SIAPKAH KOPERASI MENGHADAPI ERA GLOBALISASI
Di zaman yang serba modern ini pasti kita sudah mengenal apa itu
globalisasi. Sebelumnya kita akan membahas terlebih dahulu apa itu globalisasi.
Globalisasi merupakan dari suatu proses penyebaran integrasi internasional yang
terjadi karena adanya pertukaran pandangan, pemikiran, produk, dan aspek aspek
kebudayaan lainnya. Kemajuan teknologi, transportasi dan telekomunikasi,
termasuk kemunculan internet. Faktor utama dalam globalisasi yang semakin
mndorong dan saling ketergantungan aktivitas ekonomi dan budaya.
Untuk menghadapi era globalisasi, koperasi perlu memiliki perencanaan
perencanaan. Seperti perencanaan strategis, yaitu pengambilan keputusan pada
saat ini dan akan dilakukan/ direalisasikan pada masa yang akan datang.
Pengambilan keputusan ini harus melihat sumber daya, kondisi saat ini serta
melakukan peramalan atas prakondisi dan kedaan yang mempengaruhi koperasi dimasa
mendatang.
Dalam menjalankan kegiatannya koperasi sangat dipengaruhi oleh faktor
internal (kekuatan dan kelemahan) serta fakor eksternal (peluang dan ancaman).
Dengan menggunakan Analisis SWOT, perencanaan ini bertujuan untuk melihat
perkembangan koperasi dan bagaimana peran Analisis SWOT dalam penentuan
kebijakan terkait keunggulan dan kelemahan koperasi.
Perumusan SWOT ditujukan sebagai dasar pembuatan strategi. Seorang manajer koperasi
harus paham betul kondisi pada koperasi tersebut, informasi detail sekaligus
mampu melakukan peramalan kondisi ke masa yang akan datang. Selanjutnya
manajemer koperasi mampu merumuskan asumsi-asumsi yang relevan. Dari peramalan
kondisi dan perumusan asumsi asumsi kemudian di rumuskan SWOT.
Analisa SWOT adalah pola evaluasi yang mengklasifikasi kondisi koperasi
dengan SWOT yaitu streght atau
kekuatan, weakness atau kelemahan
koperasi, opportunity atau peluang
dari koperasi, dan Threat atau
ancaman pada koperasi kita. Pengurus koperasi harus mengklasifikasikan hal-hal
tersebut untuk menjadi sebuah acuan kemudian dijadikan dasar sebagai
pengambilan keputusan.
Pengembangan koperasi dalam analisis SWOT
meliputi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dengan berbagai
indikator.
Streght ( Kekuatan ) :
Semua kesempatan yang dimiliki koperasi sebagai kebijakan pemerintah,
peraturan yang berlaku atau kondisi perekonomian nasional atau global yang
dianggap memberi peluang bagi koperasi untuk tumbuh dan berkembang di masa yang
akan datang.
Kekuatan yang dimiliki koperasi diantaranya seperti koperasi telah dimiliki
oleh badan hukum, struktur organisasinya ssuai dengan eksistensi koperasi,
keanggotaannya pun terbuka dan sukarela, harga jualnya lebih rendah dibanding
harga pasar, serta banyaknya unit usaha yang dikelola.
Weakness ( Kelemahan ) :
Kelemahan koperasi dapat dilihat dari kendala kndala yang dialami koperasi
dimasa masa lalunya. Kelemahan tersebut dapat digunakan sebagai pembelajaran,
sehingga dimasa yang akan datang koperasi tidak mngalami kendala yang sama.
Kelemahan yang dimiliki koperasi diantaranya seperti Lemahnya struktur
permodalan koperasi, Lemahnya dalam pengelolaan/manajemen usaha, Kurang
pengalaman usaha, Tingkat kemampuan dan profesionalisme SDM koperasi belum
memadai, Kurangnya pengetahuan bisnis para pengelola koperasi, Pengelola yang
kurang inovatif, Kurangnya pengetahuan dan keterampilan teknis dalam bidang
usaha yang dilakukan, Kurang dalam penguasaan teknologi, Sulit menentukan
bisnis inti, dan Kurangnya kesadaran anggota akan hak dan kewajibannya
(partisipasi anggota rendah).
Oportunity ( Peluang ) :
Peluang dapat diartikan juga sebagai kesempatan koperasi dalam mendapat
keuntungan yang lebih atau menjadi lebih maju dimasa mendatang. Pengurus koperasi
harus bisa melihat peluang peluang apa saja yang dapat meningkatkan kinerja
koperasi . contoh dari peluang yang dimiliki koperasi ialah
·
Adanya aspek pemerataan yang diprioritaskan oleh pemerintah.
·
Kemauan politik yang kuat dari pemerintah dan berkembangnya tuntutan
masyarakat untuk lebih membangun koperasi.
·
Kondisi ekonomi cukup mendukung eksistensi koperasi.
·
Perekonomian dunia yang makin terbuka mengakibatkan makin terbukanya pasar
internasional bagi hasil koperasi Indonesia.
·
Industrisasi membuka peluang usaha di bidang agrobisnis, agroindustri dan
industri pedesaan lainnya.
·
Adanya peluang pasar bagi komoditas yang dihasilkan koperasi.
·
Adanya investor yang ingin bekerjasama dengan koperasi.
·
Potensi daerah yang mendukung dalam pelaksanaan kegiatan koperasi.
·
Dukungan kebijakan dari pemerintah.
·
Daya beli masyarakat tinggi.
Treath ( Ancaman) :
Ancaman (Threats) yaitu hal-hal yang dapat mendatangkan kerugian bagi
kopersi seperti Peraturan Pemerintah yang tidak memberikan kemudahan berusaha,
rusaknya lingkungan, meningkatnya
pelacuran atau gejolak sosial sebagai akibat mahalnya dan persaingan tour
operator asing yang lebih professional, yaitu dengan melihat kekuatan
(Strengths), kelemahan (Weakness), kesempatan/peluang (Opportunity) dan ancaman
(Threats) koperasi di Indonesia.
Sedangkan faktor-faktor eksternal terutama adalah intervensi pemerintah
yang terlalu besar yang sering didorong oleh donor, kesulitan
lingkungan-lingkungan ekonomi dan politik, dan harapan-harapan yang tidak
realistic dari peran dari koperasi. Menurut mereka, problem yang paling
signifikan adalah cara bagaimana koperasi itu dipromosikan oleh pemerintah.
Promosi yang sifatnya dari atas ke bawah telah menghalangi anggota untuk aktif
berpartisipasi dalam pembangunan koperasi. Bentuk-bentuk organisasi dan
kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan diatur oleh pihak luar.
Dengan demikian saya yakin koperasi siap untuk menghadapi era globalisasi
ditambah lagi jika anggota anggota koperasi dapat berpartisipasi demi
berjalannya dan kemajuan koperasi.
Sumber :
v ://id.m.wikipedia.org/wiki/Globalisasi
v http://www.koperasi.net
Tidak ada komentar:
Posting Komentar