Minggu, 15 November 2015

~SIAPKAH KOPERASI MENGHADAPI ERA GLOBALISASI~

SIAPKAH KOPERASI MENGHADAPI ERA GLOBALISASI
Di zaman yang serba modern ini pasti kita sudah mengenal apa itu globalisasi. Sebelumnya kita akan membahas terlebih dahulu apa itu globalisasi. Globalisasi merupakan dari suatu proses penyebaran integrasi internasional yang terjadi karena adanya pertukaran pandangan, pemikiran, produk, dan aspek aspek kebudayaan lainnya. Kemajuan teknologi, transportasi dan telekomunikasi, termasuk kemunculan internet. Faktor utama dalam globalisasi yang semakin mndorong dan saling ketergantungan aktivitas ekonomi dan budaya.
Untuk menghadapi era globalisasi, koperasi perlu memiliki perencanaan perencanaan. Seperti perencanaan strategis, yaitu pengambilan keputusan pada saat ini dan akan dilakukan/ direalisasikan pada masa yang akan datang. Pengambilan keputusan ini harus melihat sumber daya, kondisi saat ini serta melakukan peramalan atas prakondisi dan kedaan yang mempengaruhi koperasi dimasa mendatang.
Dalam menjalankan kegiatannya koperasi sangat dipengaruhi oleh faktor internal (kekuatan dan kelemahan) serta fakor eksternal (peluang dan ancaman). Dengan menggunakan Analisis SWOT, perencanaan ini bertujuan untuk melihat perkembangan koperasi dan bagaimana peran Analisis SWOT dalam penentuan kebijakan terkait keunggulan dan kelemahan koperasi.
Perumusan SWOT ditujukan sebagai dasar pembuatan strategi. Seorang manajer koperasi harus paham betul kondisi pada koperasi tersebut, informasi detail sekaligus mampu melakukan peramalan kondisi ke masa yang akan datang. Selanjutnya manajemer koperasi mampu merumuskan asumsi-asumsi yang relevan. Dari peramalan kondisi dan perumusan asumsi asumsi  kemudian di rumuskan SWOT.
Analisa SWOT adalah pola evaluasi yang mengklasifikasi kondisi koperasi dengan SWOT yaitu streght atau kekuatan, weakness atau kelemahan koperasi, opportunity atau peluang dari koperasi, dan Threat atau ancaman pada koperasi kita. Pengurus koperasi harus mengklasifikasikan hal-hal tersebut untuk menjadi sebuah acuan kemudian dijadikan dasar sebagai pengambilan keputusan.

Pengembangan koperasi dalam analisis SWOT  meliputi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dengan berbagai indikator.
Streght ( Kekuatan ) :
Semua kesempatan yang dimiliki koperasi sebagai kebijakan pemerintah, peraturan yang berlaku atau kondisi perekonomian nasional atau global yang dianggap memberi peluang bagi koperasi untuk tumbuh dan berkembang di masa yang akan datang.
Kekuatan yang dimiliki koperasi diantaranya seperti koperasi telah dimiliki oleh badan hukum, struktur organisasinya ssuai dengan eksistensi koperasi, keanggotaannya pun terbuka dan sukarela, harga jualnya lebih rendah dibanding harga pasar, serta banyaknya unit usaha yang dikelola.
Weakness ( Kelemahan ) :
Kelemahan koperasi dapat dilihat dari kendala kndala yang dialami koperasi dimasa masa lalunya. Kelemahan tersebut dapat digunakan sebagai pembelajaran, sehingga dimasa yang akan datang koperasi tidak mngalami kendala yang sama.
Kelemahan yang dimiliki koperasi diantaranya seperti Lemahnya struktur permodalan koperasi, Lemahnya dalam pengelolaan/manajemen usaha, Kurang pengalaman usaha, Tingkat kemampuan dan profesionalisme SDM koperasi belum memadai, Kurangnya pengetahuan bisnis para pengelola koperasi, Pengelola yang kurang inovatif, Kurangnya pengetahuan dan keterampilan teknis dalam bidang usaha yang dilakukan, Kurang dalam penguasaan teknologi, Sulit menentukan bisnis inti, dan Kurangnya kesadaran anggota akan hak dan kewajibannya (partisipasi anggota rendah).
Oportunity ( Peluang ) :
Peluang dapat diartikan juga sebagai kesempatan koperasi dalam mendapat keuntungan yang lebih atau menjadi lebih maju dimasa mendatang. Pengurus koperasi harus bisa melihat peluang peluang apa saja yang dapat meningkatkan kinerja koperasi . contoh dari peluang yang dimiliki koperasi ialah
·         Adanya aspek pemerataan yang diprioritaskan oleh pemerintah.
·         Kemauan politik yang kuat dari pemerintah dan berkembangnya tuntutan masyarakat untuk lebih membangun koperasi.
·         Kondisi ekonomi cukup mendukung eksistensi koperasi.
·         Perekonomian dunia yang makin terbuka mengakibatkan makin terbukanya pasar internasional bagi hasil koperasi Indonesia.
·         Industrisasi membuka peluang usaha di bidang agrobisnis, agroindustri dan industri pedesaan lainnya.
·         Adanya peluang pasar bagi komoditas yang dihasilkan koperasi.
·         Adanya investor yang ingin bekerjasama dengan koperasi.
·         Potensi daerah yang mendukung dalam pelaksanaan kegiatan koperasi.
·         Dukungan kebijakan dari pemerintah.
·         Daya beli masyarakat tinggi.
Treath ( Ancaman) :
Ancaman (Threats) yaitu hal-hal yang dapat mendatangkan kerugian bagi kopersi seperti Peraturan Pemerintah yang tidak memberikan kemudahan berusaha, rusaknya lingkungan,  meningkatnya pelacuran atau gejolak sosial sebagai akibat mahalnya dan persaingan tour operator asing yang lebih professional, yaitu dengan melihat kekuatan (Strengths), kelemahan (Weakness), kesempatan/peluang (Opportunity) dan ancaman (Threats) koperasi di Indonesia.
Sedangkan faktor-faktor eksternal terutama adalah intervensi pemerintah yang terlalu besar yang sering didorong oleh donor, kesulitan lingkungan-lingkungan ekonomi dan politik, dan harapan-harapan yang tidak realistic dari peran dari koperasi. Menurut mereka, problem yang paling signifikan adalah cara bagaimana koperasi itu dipromosikan oleh pemerintah. Promosi yang sifatnya dari atas ke bawah telah menghalangi anggota untuk aktif berpartisipasi dalam pembangunan koperasi. Bentuk-bentuk organisasi dan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan diatur oleh pihak luar.
Dengan demikian saya yakin koperasi siap untuk menghadapi era globalisasi ditambah lagi jika anggota anggota koperasi dapat berpartisipasi demi berjalannya dan kemajuan koperasi.
Sumber :
v  ://id.m.wikipedia.org/wiki/Globalisasi
v  http://www.koperasi.net

Tidak ada komentar:

Posting Komentar