Minggu, 29 Maret 2015

SISTEM PEREKONOMIAN LIBERAL, SOSIALIS & CAMPURAN

Sistem Ekonomi

Yang dimaksud sistem ekonomi adalah suatu cara untuk mengatur dan mengorganisasi segala aktivitas ekonomi dalam masyarakat baik yang dilakukan oleh pemerintah atau swasta berdasarkan prinsip tertentu dalam rangka mencapai kemakmuran atau kesejahteraan.
Menurut Gilarso (1992:486) sistem ekonomi adalah keseluruhan tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat (para konsumen, produsen, pemerintah, bank, dan sebagainya) dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagainya) sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis, dan kekacauan dapat dihindari.
Sedangkan McEachern berpendapat bahwa sistem ekonomi dapat diartikan sebagai seperangkat mekanisme dan institusi untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi (what, how, dan for whom).

sistem perekonomian liberal/kapitalis, sosialis & campuran


     1.   Sistem Perekonomian Liberal

Sistem ekonomi liberal, teori yang dipopulerkan oleh Adam Smith ini memiliki beberapa istilah, yaitu sistem ekonomi pasar, laissez-faire, dan ekonomi kapitalis. Istilah sistem ekonomi liberal disebut juga sebagai laissez-faire. Kata laissez-faire berasal dari bahasa Perancis yang artinya “biarlah mereka melakukan pekerjaan yang sesuai dengan mereka”.  Sistem ekonomi pasar disebut sebagai sistem ekonomi kapitalis. Istilah ini muncul dikarenakan dalam sistem ekonomi kapitalis berlaku “Free Fight Liberalisme” (sistem persaingan bebas), yang artinya siapa yang memiliki dan mampu menggunakan kekuatan modal secara efektif dan efisien akan dapat memenangkan pertarungan dalam bisnis. Kapitalisme adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya.
Sistem ekonomi liberal merupakan suatu tata cara pengaturan kehidupan pereekonomian yang didasarkan kepada Mekanisme pasar yaitu interaksi antara permintaan dan penawaran suatu barang yang kegiatannya tergantung pada kekuatan modal yang dimiliki oleh setiap individu. Peran pemerintah dalam sistem ekonomi pasar hanya mengawasi dan melakukan kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan penyelenggaraan negara.
Contoh negara yang sistem ekonominya menganut sistem ekonomi liberal adalah Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa lainnya seperti Perancis, Kanada, Austria, Belgia, Denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Macedonia, Moldova, Netherlands, Norwegia, Polandia, Portugal, Romania, Rusia, Serbia Montenegro, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Switzerland, Ukraina dan United Kingdom. Juga beberapa negara di kawasan Asia seperti Hongkong, Myanmar, Kamboja, Hong Kong, Malaysia dan Singapura , India, Iran, Israel, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Taiwan, dan Thailand. Sistem ekonomi liberal terbilang masih baru di Afrika. Pada dasarnya, liberalisme hanya dianut oleh mereka yang tinggal di Mesir, Senegal dan Afrika Selatan.


Ciri-ciri sistem ekonomi liberal

  • Setiap individu memiliki kebebasan untuk memiliki faktor-faktor produksi.
  • Hak perorangan diakui.
  • Sebagian besar modal dan kegiatan ekonomi di kuasai oleh swasta.
  • Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar.
  • Peran pemerintah dalam perekonomian sangat kecil.
  • Setiap kegiatan ekonomi bersifat mencari keuntungan.
  • Kegiatan perekonomian selalu didasarkan atas kondisi pasar.
  • Biasanya barang-barang produksi yang dihasilkan bermutu tinggi.
  • Terjadinya persaingan bebas antar pengusaha.

Kelebihan sistem ekonomi liberal

  • Menumbuhkan kreativitas masyarakat dalam penyelenggaraan perekonomian, karena masyarakat diberi kebebasan dalam menentukan kegiatan perekonomian.
  • Kualitas produk yang dihasilkan menjadi lebih baik, karena terjadinya persaingan yang ketat.
  • Efisiensi dan efektivitas penggunaan faktor-faktor produksi dapat tercapai dengan baik, karena tindakan ekonomi yang dilakukan didasarkan kepada motif pencarian keuntungan yang sebesar-besarnya.
  • Setiap individu bebas memiliki untuk sumber-sumber daya produksi, yang nantinya akan mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
  • Pengembangan usaha yang dilakukan produsen dalam memaksimalkan keuntungan memungkinkan dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak.

Kekurangan sistem ekonomi  liberal

  • Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan dikarenakan prinsip yang belaku adalah free fight liberalism, dimana kunci untuk memenangkan persaingan adalah modal.
  • Bisa mengarah ke monopoli.
  • Persaingan mendorong orang untuk melakukan segala macam cara untuk memperoleh kemauannya. Sehingga yang kaya semakin kaya, dan yang miskin semakin miskin.
  • Lebih mengutamakan kepentingan pribadi dibandingkan daripada kepentingan masyarakat.
  • Perusahaan yang tidak efesien bisa tersingkir dari pasar.


  2.Sistem Perekonomian Sosialis

Sistem ekonomi sosialis mempunyai tujuan kemakmuran bersama, filosofi ekonomi sosialis adalah bagaimana mendapatkan kesejahteraan, perkembangan sosialisme dimulai dari kritik terhadap kapitalisme yang pada waktu itu kaum kapitalis atau kaum borjuis mendapat legitimasi gereja untuk mengeksploitasi buruh. Inilah yang menjadikan Karl Marx mengkritik sistem kapitalis sebagai ekonomi yang tidak sesuai dengan aspek kemasyarakatan.
Menurut Marx, tidak ada tempat bagi kapitalisme didalam kehidupan, maka upaya revolusioner harus dilakuakan untuk menghancurkan kapitalisme, alat-alat produksi harus dikuasai oleh Negara guna melindungi rakyat.Kritik Marx atas kapitalisme ini diimplementasikan oleh Lenin dalam bentuk institusi Negara. Pada awal mulanya Lenin mengutarakan beberapa hal yang harus dilakukan untuk mensosialisasikan paham baru kepada masyarakat Rusia setelah jatuhnya pemerintahan lama antara lain: Pertama,menggunakan propaganda bahwa komunisme adalah partai rakyat. Kedua, adanya infiltrasi organisasi-organisasi masyarakat, dan Ketiga, kekerasan, hal itu dilakukan untuk mengembangkan idiologi Lenin dalam masyarakat yang harus dimerdekakan dari penindasan pasar Rusia.
Sistem Ekonomi sosialis yaitu sistem ekonomi yang seluruh kegiatan ekonominya direncanakan, dilaksanakan, dan diawasi oleh pemerintah secara terpusat. Sistem ekonomi sosialis tidak sama dengan sistem ekonomi komunis, sosialisme merupakan tahap persiapan ke komunisme.
Contoh negara yang sistem ekonominya menganut sistem ekonomi sosialis adalah Korea Utara, Kuba, Vietnam, dan RRC (sudah mulai mengendur).


Faktor-faktor yang mendorong lahirnya sosialisme :

  • Karena adanya revolusi industri.
  • Karena bangkitnya kaum borjuis (majikan) dan kaum proletar (buruh).
  • Munculnya pemikiran-pemikiran baru yang lebih terpelajar dan lebih rasional terhadap kehidupan manusia dan masyarakat.
  • Adanya tuntutan-tuntutan berlakunya demokrasi dari hasil Revolusi Perancis.

Ciri-ciri sistem ekonomi Sosialis

·           Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme).
·         Masyarakat dianggap sebagai satu-satunya kenyataan sosial,sedang individu-individu fiksi belaka.
·         Tidak ada pengakuan atas hak-hak pribadi (individu) dalam sistem sosialis.
·           Peran pemerintah sangat kuat
·         Pemerintah bertindak aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap pengawasan.
·         Alat-alat produksi dan kebijaksanaan ekonomi semuanya diatur oleh negara.
·           Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi
·         Pola produksi (aset dikuasai masyarakat) melahirkan kesadaran kolektivisme (masyarakat sosialis)
·         Pola produksi (aset dikuasai individu) melahirkan kesadaran individualisme (masyarakat kapitalis).
·           Tidak ada kebebasan memilih pekerjaan
Maka kreativitas masyarakat tehambat, produktivitas menurun, produksi dan perekonomian akan berhenti.
·           Tidak ada insentive untuk kerja keras
Maka tidak ada dorongan untuk bekerja lebih baik, prestasi dan produksi menurun, ekonomi mundur.


Kelebihan  Sistem Ekonomi Sosialis

·           Disediakannya kebutuhan pokok. Setiap warga negara disediakan kebutuhan pokoknya, termasuk makanan dan minuman, pakaian, rumah, kemudahan fasilitas kesehatan, serta tempat dan lain-lain. Setiap individu mendapatkan pekerjaan dan orang yang lemah serta orang yang cacat fisik dan mental berada dalam pengawasan Negara.
·           Didasarkan oleh perencanaan Negara. Semua pekerjaan dilaksanakan berdasarkan perencanaan Negara Yang sempurna, diantara produksi dengan penggunaannya. Dengan demikian masalah kelebihan dan kekurangan dalam produksi seperti yang berlaku dalam System Ekonomi Kapitalis tidak akan terjadi.
·           Produksi dikelola oleh Negara. Semua bentuk produksi dimiliki dan dikelola oleh Negara, sedangkan keuntungan yang diperoleh akan digunakan untuk kepentingan-kepentingan Negara.
·           Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya
·           Pasar barang dalam negeri berjalan lancar
·           Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga
·           Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan
·           Jarang terjadi krisis ekonomi

Kekurangan Sistem Ekonomi Sosialis

  • Sulit melakukan transaksi.
Tawar-menawar sangat sukar dilakukan oleh individu yang terpaksa mengorbankan kebebasan pribadinya dan hak terhadap harta milik pribadi hanya untuk mendapatkan makanan sebanyak dua kali. Jual beli sangat terbatas, demikian pula masalah harga juga ditentukan oelh pemerintah, oelh karena itu stabilitas perekonomian Negara sosialis lebih disebabkan tingkat harga ditentukan oleh Negara, bukan ditentukan oelh mekanisme pasar.

  • Membatasi kebebasan.
Sistem tersebut menolak sepenuhnya sifat mementingkan diri sendiri, kewibawaan individu yang menghambatnyadalam memperoleh kebebasan berfikir serta bertindak, ini menunjukkan secara tidak langsung system ini terikat kepada system ekonomi dictator. Buruh dijadikan budak masyarakat yang memaksanya bekerja seperti mesin.

  • Mengabaikan pendidikan moral.
Dalam sistem ini semua kegiatan diambil alih untuk mencapai tujuan ekonomi, sementara pendidika moral individu diabaikan. Dengan demikian, apabila pencapaian kepuasan kebendaan menjadi tujuan utama dan nlai-nilai moral tidak diperhatikan lagi.


  3. Sistem Perekonomian Campuran

Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi dimana pemerintah dan swasta (masyarakat) saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi
Sistem ekonomi campuran merupakan kombinasi atau perpaduan dari
kedua sistem ekonomi di atas (liberalisme dan etatisme). Sistem ini mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang berarti juga garis tengah antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu. Garis tengah disesuaikan dengan keadaan di mana perpaduan itu terjadi, sehingga peran situasi dan lingkungan sangat memberi warna pada sistem perpaduan/campuran tersebut.
Sistem ekonomi campuran mencoba mengkombinasikan kebaikan dari kedua sistem tersebut. Diantaranya menyarankan perlunya campur tangan pemerintah secara aktif dalam kebebasan pihak swasta dalam melaksanakan kegiatan ekonominya.
        Contoh negara yang sistem ekonominya menganut sistem ekonomi campuran adalah Indonesia, Mesir, dan Malaysia. Sistem ekonomi campuran ini banyak dijumpai di negara-negara yang berkembang atau bekas negara non-blok yang mayoritas berada di Asia dan Afrika.


Ciri-ciri sistem ekonomi campuran

  • Pemerintah sebagai pengendali dalam persaingan kegiatan ekonomi.
  •  Kegiatan ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  • Pemerintah menentukan berbagai macam kebijakan yang dianggap penting.
  • Pemerintah memotivasi serta membimbing kepada sektor usaha dalam kegiatan ekonomi.
  • Hak milik perorangan dan swasta diakui oleh pemerintah tapi penggunaannya tidak bertentangan dengan kepentingan masyarakat.

Kelebihan sistem ekonomi campuran

  • Sektor ekonomi yang dikuasai pemerintah lebih diarahkan untuk kepentingan masyarakat.
  •  Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah, dengan swasta cenderung menguntungkan semua pihak.
  • Kegiatan usaha pihak swasta terikat pada peraturan yang dibuat pemerintah.
  •  Pemakaian tenaga kerja pada umumnya disesuaikan dengan syarat-syarat perburuhan.
  • Penetapan harga lebih terkendali.
  • Hak perorangan secara nyata diakui.

Kelemahan sistem ekonomi campuran

  • Beban pemerintah lebih berat daripada swasta dalam melakukan kegiatan ekonomi.
  • Sektor produksi yang lebih menguntungkan dikelola oleh pemerintah sehingga swasta kurang dapat memaksimalkan keuntungan dalam kegiatan usahanya.
  • Adanya anggapan bahwa karyawan yang bekerja pada pemerintah statusnya lebih tinggi daripada pegawai di swasta.


Kesimpulan

Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa perbedaan antara sistem ekonomi liberal, sosialis, dan campuran yaitu :



Sistem Ekonomi Liberal

  • Setiap individu memiliki kebebasan untuk memiliki faktor-faktor produksi.
  • Hak perorangan diakui
  • Sebagian besar modal dan kegiatan ekonomi di kuasai oleh swasta.
  • Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar.
  • Peran pemerintah dalam perekonomian sangat kecil.
  • Setiap kegiatan ekonomi bersifat mencari keuntungan.
  • Kegiatan perekonomian selalu didasarkan atas kondisi pasar.
  • Biasanya barang-barang produksi yang dihasilkan bermutu tinggi.
  • Terjadinya persaingan bebas antar pengusaha.

Sistem Ekonomi Sosialis

  • Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme).
  • Peran pemerintah sangat kuat.
  • Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi.
  • Tidak ada kebebasan memilih pekerjaan.
  • Tidak ada insentive untuk kerja keras.

Sistem Ekonomi Campuran

  • Pemerintah sebagai pengendali dalam persaingan kegiatan ekonomi.
  • Kegiatan ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  • Pemerintah menentukan berbagai macam kebijakan yang dianggap penting.
  • Pemerintah memotivasi serta membimbing kepada sektor usaha dalam kegiatan ekonomi.
  • Hak milik perorangan dan swasta diakui oleh pemerintah tapi penggunaannya tidak bertentangan dengan kepentingan masyarakat.


Sistem Ekonomi mana yang lebih baik ?...........

        Menurut pendapat saya, sistem ekonomi yang lebih baik yaitu Sistem Ekonomi Campuran. Karena sistem ini merupakan perpaduan antara sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi sosialis. Sistem ini mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang berarti juga garis tengah antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu.


Sumber :