Sistem Ekonomi
Yang dimaksud
sistem ekonomi adalah suatu cara untuk mengatur dan mengorganisasi segala
aktivitas ekonomi dalam masyarakat baik yang dilakukan oleh pemerintah atau
swasta berdasarkan prinsip tertentu dalam rangka mencapai kemakmuran atau
kesejahteraan.
Menurut Gilarso
(1992:486) sistem ekonomi adalah keseluruhan tata cara untuk mengoordinasikan
perilaku masyarakat (para konsumen, produsen, pemerintah, bank, dan sebagainya)
dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi,
dan sebagainya) sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis, dan
kekacauan dapat dihindari.
Sedangkan
McEachern berpendapat bahwa sistem ekonomi dapat diartikan sebagai seperangkat
mekanisme dan institusi untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk
siapa barang dan jasa diproduksi (what, how, dan for whom).
![]() |
| sistem perekonomian liberal/kapitalis, sosialis & campuran |
1. Sistem Perekonomian Liberal
Sistem ekonomi liberal,
teori yang dipopulerkan oleh Adam Smith ini memiliki beberapa istilah, yaitu
sistem ekonomi pasar, laissez-faire, dan ekonomi kapitalis. Istilah sistem
ekonomi liberal disebut juga sebagai laissez-faire. Kata laissez-faire berasal
dari bahasa Perancis yang artinya “biarlah mereka melakukan pekerjaan yang
sesuai dengan mereka”. Sistem ekonomi
pasar disebut sebagai sistem ekonomi kapitalis. Istilah ini muncul dikarenakan
dalam sistem ekonomi kapitalis berlaku “Free Fight Liberalisme” (sistem
persaingan bebas), yang artinya siapa yang memiliki dan mampu menggunakan
kekuatan modal secara efektif dan efisien akan dapat memenangkan pertarungan
dalam bisnis. Kapitalisme adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal
bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya.
Sistem ekonomi liberal
merupakan suatu tata cara pengaturan kehidupan pereekonomian yang didasarkan
kepada Mekanisme pasar yaitu interaksi antara permintaan dan penawaran suatu
barang yang kegiatannya tergantung pada kekuatan modal yang dimiliki oleh
setiap individu. Peran pemerintah dalam sistem ekonomi pasar hanya mengawasi
dan melakukan kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan penyelenggaraan negara.
Contoh negara yang sistem
ekonominya menganut sistem ekonomi liberal adalah Amerika Serikat dan beberapa
negara Eropa lainnya seperti Perancis, Kanada, Austria, Belgia, Denmark,
Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia, Italia, Latvia,
Lithuania, Luxembourg, Macedonia, Moldova, Netherlands, Norwegia, Polandia,
Portugal, Romania, Rusia, Serbia Montenegro, Slovakia, Slovenia, Spanyol,
Swedia, Switzerland, Ukraina dan United Kingdom. Juga beberapa negara di
kawasan Asia seperti Hongkong, Myanmar, Kamboja, Hong Kong, Malaysia dan
Singapura , India, Iran, Israel, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Taiwan, dan
Thailand. Sistem ekonomi liberal terbilang masih baru di Afrika. Pada dasarnya,
liberalisme hanya dianut oleh mereka yang tinggal di Mesir, Senegal dan Afrika
Selatan.
Ciri-ciri sistem ekonomi liberal
- Setiap individu memiliki kebebasan untuk memiliki faktor-faktor produksi.
- Hak perorangan diakui.
- Sebagian besar modal dan kegiatan ekonomi di kuasai oleh swasta.
- Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar.
- Peran pemerintah dalam perekonomian sangat kecil.
- Setiap kegiatan ekonomi bersifat mencari keuntungan.
- Kegiatan perekonomian selalu didasarkan atas kondisi pasar.
- Biasanya barang-barang produksi yang dihasilkan bermutu tinggi.
- Terjadinya persaingan bebas antar pengusaha.
Kelebihan sistem ekonomi liberal
- Menumbuhkan kreativitas masyarakat dalam penyelenggaraan perekonomian, karena masyarakat diberi kebebasan dalam menentukan kegiatan perekonomian.
- Kualitas produk yang dihasilkan menjadi lebih baik, karena terjadinya persaingan yang ketat.
- Efisiensi dan efektivitas penggunaan faktor-faktor produksi dapat tercapai dengan baik, karena tindakan ekonomi yang dilakukan didasarkan kepada motif pencarian keuntungan yang sebesar-besarnya.
- Setiap individu bebas memiliki untuk sumber-sumber daya produksi, yang nantinya akan mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
- Pengembangan usaha yang dilakukan produsen dalam memaksimalkan keuntungan memungkinkan dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak.
Kekurangan
sistem ekonomi liberal
- Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan dikarenakan prinsip yang belaku adalah free fight liberalism, dimana kunci untuk memenangkan persaingan adalah modal.
- Bisa mengarah ke monopoli.
- Persaingan mendorong orang untuk melakukan segala macam cara untuk memperoleh kemauannya. Sehingga yang kaya semakin kaya, dan yang miskin semakin miskin.
- Lebih mengutamakan kepentingan pribadi dibandingkan daripada kepentingan masyarakat.
- Perusahaan yang tidak efesien bisa tersingkir dari pasar.
2.Sistem Perekonomian Sosialis
Sistem ekonomi sosialis
mempunyai tujuan kemakmuran bersama, filosofi ekonomi sosialis adalah bagaimana
mendapatkan kesejahteraan, perkembangan sosialisme dimulai dari kritik terhadap
kapitalisme yang pada waktu itu kaum kapitalis atau kaum borjuis mendapat
legitimasi gereja untuk mengeksploitasi buruh. Inilah yang menjadikan Karl Marx
mengkritik sistem kapitalis sebagai ekonomi yang tidak sesuai dengan aspek
kemasyarakatan.
Menurut Marx, tidak ada
tempat bagi kapitalisme didalam kehidupan, maka upaya revolusioner harus
dilakuakan untuk menghancurkan kapitalisme, alat-alat produksi harus dikuasai
oleh Negara guna melindungi rakyat.Kritik Marx atas kapitalisme ini
diimplementasikan oleh Lenin dalam bentuk institusi Negara. Pada awal mulanya
Lenin mengutarakan beberapa hal yang harus dilakukan untuk mensosialisasikan
paham baru kepada masyarakat Rusia setelah jatuhnya pemerintahan lama antara
lain: Pertama,menggunakan propaganda bahwa komunisme adalah partai rakyat.
Kedua, adanya infiltrasi organisasi-organisasi masyarakat, dan Ketiga,
kekerasan, hal itu dilakukan untuk mengembangkan idiologi Lenin dalam
masyarakat yang harus dimerdekakan dari penindasan pasar Rusia.
Sistem Ekonomi sosialis
yaitu sistem ekonomi yang seluruh kegiatan ekonominya direncanakan, dilaksanakan,
dan diawasi oleh pemerintah secara terpusat. Sistem ekonomi sosialis tidak sama
dengan sistem ekonomi komunis, sosialisme merupakan tahap persiapan ke
komunisme.
Contoh negara yang sistem
ekonominya menganut sistem ekonomi sosialis adalah Korea Utara, Kuba, Vietnam,
dan RRC (sudah mulai mengendur).
Faktor-faktor
yang mendorong lahirnya sosialisme :
- Karena adanya revolusi industri.
- Karena bangkitnya kaum borjuis (majikan) dan kaum proletar (buruh).
- Munculnya pemikiran-pemikiran baru yang lebih terpelajar dan lebih rasional terhadap kehidupan manusia dan masyarakat.
- Adanya tuntutan-tuntutan berlakunya demokrasi dari hasil Revolusi Perancis.
Ciri-ciri
sistem ekonomi Sosialis
·
Lebih
mengutamakan kebersamaan (kolektivisme).
·
Masyarakat dianggap sebagai satu-satunya
kenyataan sosial,sedang individu-individu fiksi belaka.
·
Tidak ada pengakuan atas hak-hak pribadi (individu) dalam sistem
sosialis.
·
Peran
pemerintah sangat kuat
·
Pemerintah bertindak aktif mulai dari
perencanaan, pelaksanaan hingga tahap pengawasan.
·
Alat-alat produksi dan kebijaksanaan
ekonomi semuanya diatur oleh negara.
·
Sifat
manusia ditentukan oleh pola produksi
·
Pola produksi (aset dikuasai masyarakat)
melahirkan kesadaran kolektivisme (masyarakat sosialis)
·
Pola produksi (aset dikuasai individu)
melahirkan kesadaran individualisme (masyarakat kapitalis).
·
Tidak
ada kebebasan memilih pekerjaan
Maka
kreativitas masyarakat tehambat, produktivitas menurun, produksi dan
perekonomian akan berhenti.
·
Tidak
ada insentive untuk kerja keras
Maka
tidak ada dorongan untuk bekerja lebih baik, prestasi dan produksi menurun,
ekonomi mundur.
Kelebihan Sistem Ekonomi Sosialis
·
Disediakannya kebutuhan pokok. Setiap warga
negara disediakan kebutuhan pokoknya, termasuk makanan dan minuman, pakaian,
rumah, kemudahan fasilitas kesehatan, serta tempat dan lain-lain. Setiap
individu mendapatkan pekerjaan
dan orang yang lemah serta orang yang cacat fisik dan mental berada dalam
pengawasan Negara.
·
Didasarkan oleh perencanaan Negara. Semua
pekerjaan dilaksanakan berdasarkan perencanaan Negara Yang sempurna, diantara
produksi dengan penggunaannya. Dengan demikian masalah kelebihan dan kekurangan dalam
produksi seperti yang berlaku dalam System Ekonomi Kapitalis tidak akan
terjadi.
·
Produksi dikelola oleh Negara. Semua bentuk
produksi dimiliki dan dikelola oleh Negara, sedangkan keuntungan yang diperoleh
akan digunakan untuk kepentingan-kepentingan Negara.
·
Pemerintah lebih mudah mengendalikan
inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya
·
Pasar barang dalam negeri berjalan lancar
·
Pemerintah dapat turut campur dalam hal
pembentukan harga
·
Relatif mudah melakukan distribusi
pendapatan
·
Jarang terjadi krisis ekonomi
Kekurangan
Sistem Ekonomi Sosialis
- Sulit melakukan transaksi.
Tawar-menawar
sangat sukar dilakukan oleh individu yang terpaksa mengorbankan kebebasan
pribadinya dan hak terhadap harta milik pribadi hanya untuk mendapatkan makanan
sebanyak dua kali. Jual beli sangat terbatas, demikian pula masalah harga juga
ditentukan oelh pemerintah, oelh karena itu stabilitas perekonomian Negara
sosialis lebih disebabkan tingkat harga ditentukan oleh Negara, bukan
ditentukan oelh mekanisme pasar.
- Membatasi kebebasan.
Sistem
tersebut menolak sepenuhnya sifat mementingkan diri sendiri, kewibawaan
individu yang menghambatnyadalam memperoleh kebebasan berfikir serta bertindak,
ini menunjukkan secara tidak langsung system ini terikat kepada system ekonomi
dictator. Buruh dijadikan budak masyarakat yang memaksanya bekerja seperti
mesin.
- Mengabaikan pendidikan moral.
Dalam
sistem ini semua kegiatan diambil alih untuk mencapai tujuan ekonomi, sementara
pendidika moral individu diabaikan. Dengan demikian, apabila pencapaian
kepuasan kebendaan menjadi tujuan utama dan nlai-nilai moral tidak diperhatikan
lagi.
3. Sistem Perekonomian Campuran
Sistem
ekonomi campuran adalah sistem ekonomi dimana pemerintah dan swasta
(masyarakat) saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi
Sistem ekonomi campuran
merupakan kombinasi atau perpaduan dari
kedua sistem ekonomi di atas
(liberalisme dan etatisme). Sistem ini mengambil garis tengah antara kebebasan
dan pengendalian, yang berarti juga garis tengah antara peran mutlak
negara/kolektif dan peran menonjol individu. Garis tengah disesuaikan dengan
keadaan di mana perpaduan itu terjadi, sehingga peran situasi dan lingkungan
sangat memberi warna pada sistem perpaduan/campuran tersebut.
Sistem ekonomi campuran mencoba
mengkombinasikan kebaikan dari kedua sistem tersebut. Diantaranya menyarankan
perlunya campur tangan pemerintah secara aktif dalam kebebasan pihak swasta
dalam melaksanakan kegiatan ekonominya.
Contoh
negara yang sistem ekonominya menganut sistem ekonomi campuran adalah Indonesia,
Mesir, dan Malaysia. Sistem ekonomi campuran ini banyak dijumpai di
negara-negara yang berkembang atau bekas negara non-blok yang mayoritas berada
di Asia dan Afrika.
Ciri-ciri
sistem ekonomi campuran
- Pemerintah sebagai pengendali dalam persaingan kegiatan ekonomi.
- Kegiatan ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
- Pemerintah menentukan berbagai macam kebijakan yang dianggap penting.
- Pemerintah memotivasi serta membimbing kepada sektor usaha dalam kegiatan ekonomi.
- Hak milik perorangan dan swasta diakui oleh pemerintah tapi penggunaannya tidak bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
Kelebihan
sistem ekonomi campuran
- Sektor ekonomi yang dikuasai pemerintah lebih diarahkan untuk kepentingan masyarakat.
- Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah, dengan swasta cenderung menguntungkan semua pihak.
- Kegiatan usaha pihak swasta terikat pada peraturan yang dibuat pemerintah.
- Pemakaian tenaga kerja pada umumnya disesuaikan dengan syarat-syarat perburuhan.
- Penetapan harga lebih terkendali.
- Hak perorangan secara nyata diakui.
Kelemahan
sistem ekonomi campuran
- Beban pemerintah lebih berat daripada swasta dalam melakukan kegiatan ekonomi.
- Sektor produksi yang lebih menguntungkan dikelola oleh pemerintah sehingga swasta kurang dapat memaksimalkan keuntungan dalam kegiatan usahanya.
- Adanya anggapan bahwa karyawan yang bekerja pada pemerintah statusnya lebih tinggi daripada pegawai di swasta.
Kesimpulan
Secara keseluruhan dapat disimpulkan
bahwa terdapat beberapa perbedaan antara sistem ekonomi liberal, sosialis, dan
campuran yaitu :
Sistem Ekonomi Liberal
- Setiap individu memiliki kebebasan untuk memiliki faktor-faktor produksi.
- Hak perorangan diakui
- Sebagian besar modal dan kegiatan ekonomi di kuasai oleh swasta.
- Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar.
- Peran pemerintah dalam perekonomian sangat kecil.
- Setiap kegiatan ekonomi bersifat mencari keuntungan.
- Kegiatan perekonomian selalu didasarkan atas kondisi pasar.
- Biasanya barang-barang produksi yang dihasilkan bermutu tinggi.
- Terjadinya persaingan bebas antar pengusaha.
Sistem Ekonomi Sosialis
- Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme).
- Peran pemerintah sangat kuat.
- Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi.
- Tidak ada kebebasan memilih pekerjaan.
- Tidak ada insentive untuk kerja keras.
Sistem Ekonomi Campuran
- Pemerintah sebagai pengendali dalam persaingan kegiatan ekonomi.
- Kegiatan ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
- Pemerintah menentukan berbagai macam kebijakan yang dianggap penting.
- Pemerintah memotivasi serta membimbing kepada sektor usaha dalam kegiatan ekonomi.
- Hak milik perorangan dan swasta diakui oleh pemerintah tapi penggunaannya tidak bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
Sistem Ekonomi
mana yang lebih baik ?...........
Menurut pendapat saya, sistem ekonomi yang lebih
baik yaitu Sistem Ekonomi Campuran. Karena sistem ini merupakan perpaduan
antara sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi sosialis. Sistem ini mengambil
garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang berarti juga garis tengah
antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu.
Sumber :
