Selasa, 22 November 2016

Simple Present & Simple Past

Contoh simple present dan simple past

Contoh Simple Present

1.  (+ ) Andrew brings a bag every school
     ( - ) Andrew doesn't brings a bag every
            school
     ( ? ) Does Andrew brings a bag every
             school?
             Yes, he does / No, he doesn't

2.  (+ ) Rani and Rina watch a movie every
            week in cinema
      ( - ) Rani and Rina don't watch a movie
             every week in cinema
      (? ) Do Rani and Rina watch a movie
             every week in cinema?
             Yes, they do / No, they don't

3.  (+ ) I always swim every afternoon
     ( - ) I don't always swim every
            afternoon
     ( ? ) Do you always swim every
             afternoon?
             Yes, I do / No, I don't

4.  (+ ) My mother cooks every morning
     ( - ) My mother doesn't cook every
            morning
    ( ? ) Does my mother cook every
           morning?
          Yes, she does / No, she doesn't

Contoh Simpe Past

1. ( +) My uncle visited my home
            yesterday
     ( - ) My uncle didn't visit my home
             yesterday
     ( ? ) Did you uncle visit your home
            yesterday?
            Yes, hih did / No, he didn't

2. (+ ) Zach gave me flower last week
    ( - ) Zach didn't give me flower last
           week
    (? ) Did Zach give you flower last
           week?
           Yes, he did / No, he didn't

3. (+ ) Your mother knitted sweater for
           your baby yesterday
    ( - ) Your mother didn't knit sweater for
           your baby yesterday
    (? ) Did my mother knit sweater for my
          baby yesterday?
          Yes, she did / No, she didn't

4. (+ ) Adi and my brother bought cake for
           my birthday last night
    ( - ) Adi and my brother didn't buy cake
           for my birthday last night
    (? ) Did Adi and my brother buy cake for
           your birthday last night?
           Yes, they did / No, they didn't
     

Minggu, 13 November 2016

Contoh surat undangan untuk bekerja sama

Jakarta, October 10th, 2016

Mr. Andrew Taggart
General Manager Of Waswas Company
Soedirman street numb. 189, South Jakarta
Jakarta, Indonesia

Dear sir,
Through this letter, let us introduce our company to you. Our company named  Podomoro Land Company is engaged in the construction company.

Based on the information that we get the Waswas company is a construction company that is growing rapidly. In this connection, we want to propose a coorperation with your company to work together in building residences with go green concept. Through this letter we invite to General Manager of Waswas Company to attend the meeting which will be held on:

Day / Date : Friday / October 14, 2016
Hours        : 9 Am – end
Place       : Borneo Convention Hall

We hope that you will be able to come. Thanks for your nice attention.

      Sincerely,

Nurul Islami Putri
Manager of Podomoro Company

Referensi :
http://www.belajarbahasainggrisku.com/2014/12/contoh-surat-penawaran-kerjasama-bisnis-dalam-bahasa-inggris-dan-artinya.html
http://www.belajardasarbahasainggris.com/2016/04/15/contoh-surat-resmi-dalam-bahasa-inggris-beserta-artinya-terbaru/
http://contoh-surat.org/contoh-surat-bisnis-dalam-bahasa-inggris.html

Kalimat Induktif & Deduktif

A. PARAGRAF DEDUKTIF
     Pengertian Paragraf deduktif merupakan paragraf yang dimulai dengan menyatakan masalah-masalah yang bersifat umum atau luas, setelah itu diperoleh suatu simpulan yang bersifat khusus. Pola paragraf ini adalah umum-khusus.

Contoh Kalimat Deduktif :
     Kucing adalah hewan karnivora, namun kucing termasuk hewan peliharaan yang sedang di gemari di dunia. Zaman dahulu orang memelihara kucing untuk menangkap tikus, namun sekarang sebagian besar orang memelihara kucing untuk koleksi. Jenis kucing yang semakin beragam bahkan sudah banyak jenis kucing baru hasil dari persilangan induk yang berbeda jenis membuat orang semakin tertarik   memelihara kucing. Bulunya pun beragam mulai dari yang panjang lebat sampai yang tidak mempunyai bulu.
Keterangan: Kalimat utama terletak di awal paragraf.

B. PARAGRAF INDUKTIF
     Pengertian Paragraf induktif merupakan suatu paragraf yang diawali dengan mengungkapkan masalah-masalah yang bersifat khusus,kemudian diperoleh kesimpulan umum yang berisi seluruh peristiwa khusus sebelumnya. Letak kalimat utama pada paragraf ini ada di akhir paragraf. Sedangkan pola kalimatnya adalah khusus-umum.

Contoh Kalimat Induktif :
     Di era yang serba canggih saat ini, membuat kita lebih mudah berkomunikasi dengan orang lain. Salah satu sarananya menggunakan media sosial. Bahkan di media sosial kita bisa berbagi cerita, membuka usaha, memperbanyak teman dan lainnya. Oleh karena itu media sosial disebut sebagai sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial , wiki, forum dan dunia virtual.
Keterangan : Kalimat utama terletak di akhir paragraf.

Referensi :
http://gurubasaindo.blogspot.com/2016/02/contoh-paragraf-deduktif-induktif-dan-campuran.html?m=1

Rabu, 09 November 2016

CIRI-CIRI KALIMAT EFEKTIF

Ciri- ciri kalimat efektif, yaitu :

A. Kesepadaan
        Keseimbangan pikiran (gagasan) dan struktur bahasa yang dipakai.
  1).  Mengandung unsur gramatikal (SPOK)
Contoh :
       a. (Tidak Efektif) Ayah membaca koran.
       b. (Efektif) Ayah membaca koran di ruang tamu.
  2). Tidak menjamakkan objek
Contoh :
       a. (Tidak efektif) Ibu sedang memasak sop ayam, kemudian ibu mencuci piring.
       b. (Efektif) Ibu sedang memasak ayam sop, kemudian mencuci piring.

B. Kesejajaran
          Kalimat efektif memiliki kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan di dalam kalimat.
Contoh :
       a. (Tidak efektif) Andrew mempelajari mengendarai motor agar mendapat SIM.
       b. (Efektif) Andrew belajar mengendarai motor agar mendapat SIM.

C. Ketegasan
          Memberikan penekanan dalam suatu kalimat.
  1).  Meletakkan kata yang diinginkan ditonjolkan didepan kalimat.
Contoh :
       a. (Tidak efektif) Saya sudah memberi makan kucing itu.
       b. (Efektif) Kucing itu sudah saya beri makan.
  2).  Membuat urutan yang bertahap
Contoh :
       a. (Tidak efektif) Alika pernah memenangkan kejuaran catur tingkat Provinsi, Kecamatan, Kota, dan antar Negara.
       b. (Efektif) Alika pernah memenangkan kejuaraan catur tingkat Kecamatan, Kota, Provinsi, dan antar Negara.
  3).  Melakukan pengulangan kata
       a. (Tidak efektif) Anak itu ramah, rajin beribadah.
       b. (Efektif) Anak itu ramah, anak itu juga rajin beribadah.
  4).  Menggunakan partikel –lah, -pun, -kah
       a). (Tidak efektif) Baju itu mahal tapi bagus dan berkualitas.
       b). (Efektif) Walaupun baju itu mahal tapi bagus dan berkualitas.

D. Kehematan
          Yaitu kalimat efektif yang tidak menggunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu.
Contoh :
       a). (Tidak efektif ) Akibat dia datang terlambat, dia tidak boleh masuk ke kelas.
       b). (Efektif ) Akibat datang terlambat, dia tidak boleh masuk ke kelas.

E. Kecermatan
         Kecermatan penalaran pada kalimat efektif maksudnya adalah kalimat tersebut tidak menimbulkan ambiguitas atau memiliki makna yang ganda.
Contoh :
       a). (Tidak efektif ) Yang ada di dalam ruangan ini harus keluar.
       b).  (Efektif ) Semua mahasiswa yang ada di dalam ruangan ini harus keluar.

F. Kepaduan
          Kalimat yang tidak bertele-tele dan langsung pada inti kalimat.
Contoh :
       a). (Tidak efektif ) Penulisan ilmiah ini akan membahas tentang kesehatan bank.
       b).  (Efektif ) Penulisan ilmiah ini membahas tentang kesehatan bank.

G. Kelogisan
          Unsur – unsur dalam kaliamat harus berdasarkan logika dan nyata.
Contoh :
       a). (Tidak efektif ) Kepada Bapak Camat, waktu dan tempat kami persilahkan.
       b). (Efektif )Kepada Bapak Camat, kami persilahkan.

Sabtu, 29 Oktober 2016

"Pengertian Ragam Bahasa dan Macam-macam Ragam Bahasa"

                    RAGAM BAHASA

     Ragam Bahasa merupakan variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara (Bachman, 1990). Ragam bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik (mempunyai prestise tinggi), yang biasa digunakan di kalangan terdidik, di dalam karya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan), di dalam suasana resmi, atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi.

Macam-Macam Ragam Bahasa, yaitu

•  Ragam Bahasa Media

1.  Ragam Bahasa Lisan

    Bahasa Lisan adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Ragam lisan dapat kita temui, misalnya pada saat orang berpidato atau memberi sambutan, dalam situasi perkuliahan, ceramah, dan ragam lisan yang non standar, misalnya dalam percakapan antar teman, di pasar, atau dalam kesempatan non formal lainnya.

Contoh :
1)  Melyana sedang baca surat kabar
2) Ari mau nulis surat
3) Tapi kau tidak boleh nolak lamaran itu.
4) Jalan layang itu mengatasi kemacetan.
5) Rani bilang kalau kita harus belajar
6) Kita harus bikin karya tulis
7) Rasanya masih terlalu pagi buat saya,pak

2.   Ragam Bahasa Tulis
   
    Bahasa Tulis adalah ragam bahasa yang digunakan melalui media tulis, tidak terkait ruang dan waktu sehingga diperlukan kelengkapan struktur sampai pada sasaran secara visual. Ragam tulis pun dapat berupa ragam tulis yang standar maupun non standar. Ragam tulis yang standar kita temui dalam buku-buku pelajaran, teks, majalah, surat kabar, poster, iklan. Kita juga dapat menemukan ragam tulis non standar dalam majalah remaja, iklan, atau poster.

Contoh:
1) Melyana sedang membaca surat kabar.
2) Ari mau menulis surat.
3) Namun,engkau tidak boleh menolak lamaran itu.
4) Jalan layang itu dibangun untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.
6) Rani mengatakan bahwa kita harus belajar
7) Kita harus membuat karya tulis.
8) Rasanya masih terlalu muda bagi

• Ragam Bahasa Situasi

1.  Ragam bahasa resmi

   Variasi ini biasanya digunakan dalam pidato-pidato kenegaraan, rapat-rapat dinas, surat-menyurat dinas, ceramah keagamaan, buku-buku pelajaran, makalah, karya ilmiah, dan sebagainya. Pola dan kaidah bahasa resmi sudah ditetapkan secara standar dan mantap. Contoh variasi resmi dalam pembicaraan misalnya dalam acara peminangan, kuliah, pembicaraan seseorang dengan dekan di kantornya. Pembicaraan ketika seorang mahasiswa menghadap dosen atau pejabat struktural tertentu di kampus juga merupakan contoh ragam ini. Karakteristik kalimat dalam ragam ini yaitu lebih lengkap dan kompleks, menggunakan pola tata bahasa yang tepat dan juga kosa kata standar atau baku.

Contoh :
1) Saudara-saudara sekalian, kondisi ekonomi saat ini tengah memburuk. Untuk itu kepada Menteri Kesejahteraan Sosial dan Menteri Perekonomian untuk memantau inflasi sekarang ini.

2.  Ragam bahasa tidak resmi

   Ragam bahasa tidak resmi adalah ragam bahasa yang biasa digunakan dalam suasana tidak resmi, misalnya surat pribadi dan surat untuk keluarga atau yang berbentuk lisan, contohnya dalam percakapan sehari-hari.

Contoh:
1) Ayah mengatakan bahwa kita harus pulang.
2) Rina baru saja pulang dari Bali.
3) Kami tiba di Solo pukul 09.00.
4) Saya sudah baca buku itu.

3.  Ragam Akrab

    Ragam bahasa ini digunakan oleh penutur dan petutur yang memiliki hubungan sangat akrab dan dekat seperti dengan anggota keluarga atau sahabat karib. Ragam ini ditandai dengan penggunaann bahasa yang tidak lengkap, pendek-pendek, dan artikulasi tidak jelas. Pembicaraan ini terjadi antarpartisipan yang sudah saling mengerti dan memiliki pengetahuan yang sama.
    Dalam menganalisis ragam bahasa berdasarkan tingkat keformalan ini sangat tergantung dengan situasional ujaran tersebut. Situasional yang dimaksud ini berkaitan dengan siapa berbicara, bahasa apa yang digunakan, kepada siapa, kapan, di mana, dan mengenai masalah apa. Jadi, sangat mungkin dalam satu situasi terjadi pembicaraan dengan ragam yang berbeda.

Contoh:
Rere : dateng ga lu? (anda datang ke kampus tidak?)
Anan : Yoi (Iya, datang ke kampus)
Rere : Otw jamber? (Berangkat jam berapa? )
Anan : Ntar jam 7 bro (nanti jam 7 )

4. Ragam Konsultasi

   Ragam ini lazim digunakan dalam pembicaraan biasa di sekolah, rapat-rapat, atau pembicaraan yang berorientasi pada hasil atau produksi. Jadi, dapat dikatakan bahwa ragam ini merupakan ragam yang paling operasional. Ragam ini tingkatannya berada antara ragam formal dan ragam santai.

Contoh :
1) Lengan saya sakit, kira-kira apa penyebabnya dok?
2) Saya ingin mengadakan pentas seni musik untuk bulan depan, apakah diizinkan atau tidak?

Sumber :
http://www.untukku.com/artikel-untukku/pengertian-ragam-bahasa-untukku.html

http://zonata.praseblog.xyz/2015/10/pengertian-penyebab-macam-jenis-ragam-bahasa-di-indonesia.html?m=1

https://ambarmizu2013.wordpress.com/sosiolinguistik-variasi-bahasa/

http://helloprimata.blogspot.com/2014/06/ragam-bahasa-lisan-resmi-dan-tidak-resmi.html?m=1

http://ebycious.blogspot.com/2013/09/ragam-dan-laras-bahasa.html?m=1

Selasa, 21 Juni 2016

Leasing ?

LEASING
Leasing atau sewa-guna-usaha adalah setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan untuk jangka waktu tertentu, berdasarkan pembayaran-pembayaran secara berkala disertai dengan hak pilih bagi perusahaan tersebut untuk membeli barang-barang modal yang bersangkutan atau memperpanjang jangka waktu leasing berdasarkan nilai sisa uang yang telah disepakati bersama. Dengan melakukan leasing perusahaan dapat memperoleh barang modal dengan jalan sewa beli untuk dapat langsung digunakan berproduksi, yang dapat diangsur setiap bulan, triwulan atau enam bulan sekali kepada pihak lessor.
Melalui pembiayaan leasing perusahaan dapat memperoleh barang-barang modal untuk operasional dengan mudah dan cepat. Hal ini sungguh berbeda jika kita mengajukan kredit kepada bank yang memerlukan persyaratan serta jaminan yang besar. Bagi perusahaan yang modalnya kurang atau menengah, dengan melakukan perjanjian leasing akan dapat membantu perusahaan dalam menjalankan roda kegiatannya. Setelah jangka leasing selesai, perusahaan dapat membeli barang modal yang bersangkutan. Perusahaan yang memerlukan sebagian barang modal tertentu dalam suatu proses produksi secara tibatiba, tetapi tidak mempunyai dana tunai yang cukup, dapat mengadakan perjanjian leasing untuk mengatasinya. Dengan melakukan leasing akan lebih menghemat biaya dalam hal pengeluaran dana dibanding dengan membeli secara tunai.
Beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari proses pembiayaan leasing antara lain adalah :
1. Penghematan modal
Melalui proses pembiayaan leasing memungkinkan adanya penghematan modal dari pihak lesse (nasabah). Hal ini dikarenakan manfaat leasing bagi lesse tidak harus menyediakan dana yang besar untuk dapat memulai produksinya, yaitu untuk membeli mesin-mesin, maupun perlengkapan lainnya. Sisa dana bisa dipergunakan untuk keperluan lainnya.
2. Dapat menciptakan keuntungan dari pengaruh inflasi
Pada saat terjadi inflasi dalam sistem perekonomian suatu negara, hal ini juga sangat berpengaruh pada nilai riil sewa yang harus dibayarkan oleh pihak lesse pada pihak lessor, dimana akan ada penurunan nilai sewa sesuai dengan pegaruh dari inflasi tersebut.
3. Sebagai sarana perkreditan jangka menegah dan jangka panjang
Manfaat leasing bagi masyarakat merupakan salah satu alternative pembiayaan yang sangat marak akhir-akhir ini. Hal ini terjadi karena belakangan ini sangat sulit mencari sistem perkreditan jangka menengah maupun jangka panjang.
4. Kemudahan dalam proses dokumentasi
Dengan adanya persyaratan-persyaratan yang relatif mudah dan tidak terlalu ketat (tanpa memerlukan adanya jaminan), menjadikan proses pengadaan dokumentasi menjadi lebih standar. Hal tersebut menjadikan leasing sebagai suatu badan yang fleksibel.
5. Menguntungkan arus kas
Pada saat barang-barang yang dileasingkan dipergunakan sebagai modal dalam sebuah usaha, memungkinkan bagi pihak lesse untuk membayar uang sewa dari hasil yang diperoleh atas penggunaan barang tersebut. Misalnya saja barang yang dileasingkan adalah sebuah mobil yang nantinya dapat dipergunakan sebagai alat transportasi umum. Pihak lesse dapat membayar angsuran sewa mobil tersebut dari hasil pemanfaatan alat tersebut.
6. Pembiayaan proyek dalam skala yang besar
Untuk melakukan suatu usaha, biasanya seseorang akan membutuhkan biaya yang cukup mahal hanya untuk membeli peralatan atau perlengkapan usaha. Dengan mengikuti leasing, masalah dana tersebut bisa teratasi, karena ia tidak memerlukan dana sekaligus hanya untuk membeli perlengkapan. Ia bisa memanfaatkan sisa dana yang ada untuk lebih mengembangkan usahanya tersebut.
Berikut ini merupakan beberapa perusahaan leasing Di Indonesia
PT. BII Finance
BII FC memiliki ijin usaha untuk bergerak dalam bidang anjak piutang, sewa guna usaha, pembiayaan konsumen dan kartu kredit. Pada awalnya perusahaan hanya bergerak dalam bidang anjak piutang ( Factoring) , kemudian pada tahun 1993 perusahaan mulai menjalankan kegiatan sewa guna usaha ( Leasing) dan disusul pada tahun 1996 kegiatan pembiayaan konsumen yang khusus membiayai produk Mobil dan Motor. Dalam bidang anjak piutang, selain menawarkan anjak piutang dalam negeri, BlI FC juga menawankan anjak piutang internasional yang dimungkinkan setelah keikutsertaannya pada Factor Chain International ( FCI) pada tahun 1994.
PT. Clipan Finance
PT Clipan Finance Indonesia Tbk, (“Perseroan” atau “Clipan Finance”) didirikan pada tahun 1982 sebagai perusahaan patungan antar Credit Lyonnais dari Perancis dan PT Panin Bank Tbk (“Panin Bank”). Saat ini Perseroan bergerak dalam bisnis pembiayaan otomotif bagi konsumen dan sewa guna usaha alat berat. Clipan Finance merupakan perusahaan pembiayaan pertama yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Paralel pada tahun 1990.
PT. BCA Finance
BCA Finance berdiri pada tahun 1981 dengan nama PT Central Sari Metropolitan Leasing Corporation (CSML). Pada awal berdirinya, pemegang saham Perusahaan adalah PT Bank Central Asia dan Japan Leasing Corporation. Saat itu Perusahaan masih memfokuskan usaha pada pembiayaan komersial, seperti pembiayaan mesin-mesin produksi, alat berat dan transportasi.
Sumber:
http://mengerjakantugas.blogspot.co.id/2009/04/leasing-sewa-guna-usaha-pengertian.html?m=1
http://manfaat.co.id/manfaat-leasing
https://brigitalahutung.wordpress.com/2012/10/15/perusahaan-leasing/


Kepailitan ?

Kepailitan
Peraturan mengenai kepailitan telah ada sejak masa lampau, dimana para kreditor menggunakan pailit untuk mengancam debitor agar segera melunasi hutangnya. Semakin pesatnya perkembangan ekonomi menimbulkan semakin banyaknya permasalahan utang-piutang di masyarakat. Di Indonesia, peraturan mengenai kepailitan telah ada sejak tahun 1905. Saat ini, Undang-Undang yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan kepailitan adalah Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (“UU Kepailitan”).
Pengertian dari bangkrut atau pailit menurut Ensiklopedia Ekonomi Keuangan Perdagangan antara lain, keadaan dimana seseorang yang oleh suatu pengadilan dinyatakan bankrupt dan yang aktivanya atau warisannya telah diperuntukkan untuk membayar utang-utangnya. Sedangkan, kepailitan menurut UU Kepailitan diartikan sebagai sita umum atas semua kekayaan Debitor Pailit yang pengurusan dan pemberesannya dilakukan oleh Kurator di bawah pengawasan Hakim Pengawas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang.
Banyak perusahaan yang baru berjalan beberapa tahun tiba-tiba gulung tikar akibat bangkrut. Tidak jarang pula perusahaan besar tanpa diduga mengalami pailit.
Berbagai pertanyaan muncul, apa penyebab perusahaan-perusahaan tersebut bangkrut? Sementara perusahaan lain mampu bertahan dan bahkan berkembang dengan penghasilan setiap tahun terus meningkat.
Berikut beberapa faktor penyebab perusahaan mengalami pailit:
1.      Tidak mampu menangkap kebutuhan konsumen
Sebuah perusahaan harus mampu menangkap kebutuhan konsumen agar layanan atau produk yang diberikan diterima pasar. Namun, jika hal itu diabaikan apa yang dihadirkan perusahaan akan sia-sia karena tidak dapat diserap konsumen akibat tidak sesuai dengan kebutuhan mereka.
2.      Terlalu fokus pada pengembangan produk
Fokus terhadap pengembangan produk merupakan hal yang baik dan harus dipertahankan. Namun, apa jadinya jika terlalu fokus terhadap hal tersebut? Selain melupakan kebutuhan konsumen, perusahaan yang terlalu fokus pada pengembangan produk akan kehilangan kepekaan terhadap apa yang terjadi di dalam perusahaan, situasi di luar, dan lain-lain.
3.      Ketakutan berlebihan
Ketakutan bangkrut, ketakutan rugi, ketakutan tidak dapat melayani konsumen, ketakutan ketidakmampuan mengatasi masalah, semua itu wajar asal masih dalam porsinya. Namun, apabila ketakutan itu melebihi batas normal, kondisi tersebut harus diwaspadai karena akan menghambat kinerja perusahaan dan membawa kehancuran.
4.      Berhenti melakukan inovasi
Kasus bangkrutnya Kodak bisa menjadi pelajaran bagaimana penting sebuah inovasi dalam berbisnis. Inovasi merupakan hal yang wajib dilakukan oleh setiap pengusaha. Tanpa inovasi, produk-produk yang dijual lama kelamaan akan membosankan bagi masyarakat yang menjadi target pasar.
5.      Kurang mengamati pergerakan kompetitor
Kurang mengamati pergerakan kompetitor akan menyebabkan sebuah perusahaan kalah bersaing dan tertinggal jauh di belakang. Sebuah perusahaan harus tetap memperhatikan langkah-langkah yang dilakukan kompetitor.
6.      Harga terlalu mahal
Beberapa orang percaya bahwa harga mahal akan membuat produk sebuah perusahaan tampak lebih bagus dan lebih mewah dari aslinya. Namun, apa jadinya jika ada perusahaan baru yang mengeluarkan produk mirip dengan barang perusahaan Anda dan menjualnya jauh lebih murah? Kemungkinan akan ditinggal konsumen sangat besar.
Penyebab Lainnya yaitu:
        Terlilit utang
        Ekspansi berlebihan
        Penipuan dilakukan CEO
        Kesalahan manajemen perusahaan
        Pengeluaran tidak terkendali
Contoh perusahaan yang mengalami kepailitan yaitu salah stunya adalah Kodak
Kalau kamu lahir di tahun 1990an, bisa jadi masih ingat dengan merek satu ini. Sisa-sisa kejayaan Kodak masih dapat juga kita temukan di studio foto jadul atau kios kios yang menawarkan jasa cetak foto. Biasanya merek Kodak terpampang di toko mereka. Kodak adalah contoh perusahaan yang gagal karena tidak berani memulai sebuah perubahan. Perusahaan yang didirikan tahun 1888 oleh George Eastman ini sangat terkenal di tahun 1980an.
Bahkan di Indonesia kodak masih tetap populer hingga pertengahan tahun 1990an. Namun, tanda tanda kejatuhan Kodak sebenarnya sudah terlihat saat Kodak mengumumkan penurunan laba sebesar 73% pada triwulan I-1983. Penyebab kebangkrutan Kodak adalah tidak mampu menghadapi persaingan dnegan kemunculan produsen kamera digital. Sebenarnya, Kodak sudah punya teknologi untuk membuat kamera digital pada 1975.
Namun, karena takut membunuh bisnis roll film fotonya produk digital tersebut sengaja tidak diluncurkan. Pada tahun 2009, Kodak mengumumkan penghentian produksi roll film fotonya setelah dipasarkan selama 74 tahun.
Nah darimaka itu dalam membangun sebuah bisnis anda harus detail dalam beberapa aspek seperti aspek pemasaran produk, aspek produksi, aspek keuangan, serta aspek sumber daya manusia. Anda tidak dapat sembarangan dalam mengabil keputusan dalam berbisnis. Keputusan tersebut harus berdasarkan fakta yang terukti lewat riset pasar. Berikut adalah tips agar Anda tidak bangkrut ketika berbisnis:
1.      Membaca
Membaca adalah hal pertama yang harus dilakukan. Sebaiknya Anda lebih sering membaca buku biografi para pengusaha sukses setingkat Bill Gates. Pelajari betul apa saja kesalahan Bill gates atau tokoh lain yang pernah mereka lakukan. Sehingga anda tahu betul kesalahan-kesalahan tersebut tidak seharusnya Anda lakukan dalam bisnis.
2.      Merancang rencana bisnis dengan baik
Buatlah rencana tentang bisnis anda yang didalamnya terdapat beberapa aspek yakni marketing, keuangan, tenaga kerja, serta produksi. Rencana bisnis yang bagus adalah rencana yang tidak hanya Anda buat lewat insting akan tetapi dilakukan lewat penelitian.
Survei semua aspek, meliputi bahan baku produk, analisa SWOT bisnis, hingga aspek konsumen. Siapa sebenarnya konsumen Anda dan apa kebutuhannya. Riset Anda akan menjawab itu semua.
3.      Menetapkan visi dan misi perusahaan
Visi misi ibarat tubuh manusia. Anda tidak akan bergerak maju tanpa cita-cita dan mengetahui betul cara apa yang harus dicapai untuk mewujudkan cita-cita Anda. Visi adalah gambaran kedepan perusahaan anda dalam 20 tahun kedepan. Akan seperti apa perusahaan di masa depan, itu akan ditentukan lewat visi. Sedangkan misi adalah cara-cara atau strategi-strategi yang akan diterapakn perusahaan dalam mencapai visi perusahaan. Jika visi misi dan perusahaan sudah jelas maka tinggal menjalankan bisnis dengan berpacuan pada visi dan misi perusahaan tersebut.
4.      Fokus
Seorang pebisnis harus fokus pada bisnisnya. Jangan sampai konsentrasi anda terbelah karena urusan lain. Bila perlu tidurlah di toko/perusahaan Anda agar konsentrasi anda tidak terpecah. Banyak usaha bisnis yang gagal karena tidak fokus. Serakah merupakan salah satu sifat yang kerap muncul dalam berbisnis. Serakah disini diartikan sebagai pluralisme bisnis. Jadi Anda melakukan bisnis lain padahal bisnis anda yang awal belum setabil. Hal ini dapat mempengaruhi bisnis Anda yang pertama.
5.      Evaluasi
Setelah Anda menjalan bisnis, evaluasilah dibagian mana Anda jatuh atau aspek mana yang kurang. Perbaiki secara berkala bagian tersebut dan tetap berfokus pada aspek lainnya. Misalnya target penjualan anda tidak tercapai maka telitilah bagian mana yang menyebabkan penjualan kurang.
Misalnya bagian marketing. Marketing dalam bisnis anda masih kurang efektif oleh karena itu cari jalan lain, anda bisa saja mencontoh lawan yang memiliki usaha sejenis. Bagaimana mereka memasarkan produk mereka. Ingat ATM? Amati, Tiru, Modifikasi. Ingat ini bukan plagiat, namun smart. Kenapa smart? karena kita belajar dari kesalahan orang lain dan kesuksesan orang lain.
6.      Mental
Sebagai seorang pebisnis Anda harus memiliki mental yang kuat. Jangan mudah menyerah pada persoalan-persoalan dalam bisnis seperti kesulitan modal. Sebagaimana pengusaha yang cerdas, ubahlah masalah tersebut menjadi tantangan tersendiri atau bahkan menjadi motivasi Anda untuk dapat menyelesaikannya.
7.      Relationship
Bangunalah relasi yang baik dengan semua orang baik customer, karyawan, maupun rekan usaha. Sebuah bisnis dapat bertahan jika Anda memiliki citra dan hubungan yang baik dengan semua orang. Berusahalah menekan ego untuk sukses berbisnis.
8.      Buatlah beberapa alterantif
Kemungkinan terburuk dalam bisnis pastinya akan ada. Mulai dari turunnya penjualan hingga gulung tikar. Segeralah membuat alternatif-alternatif solusi apabila terjadi hal-hal buruk. Buatlah alternatif tadi berdasarkan riset pasar seperti riset alternatif bahan baku produk termurah, riset konsumen, dan lain sebagainya.
Berdasarkan riset tersebut anda akan melihat beberapa alterantif, seperti portofolio produk atau membuka bisnis baru. Ingatlah pepatah berikut ini, “ Jangan taruh telur dalam satu keranjang ” sama halnya dengan bisnis jangan investasikan uang Anda hanya dalam satu bisnis. Sehingga ketika salah satu bisnis anda terpuruk anda akan segera mendapatkan dana segar dari portofolio bisnis yang anda bangun.
9.      Bekerja keras
Curahkan semua kemampuan anda, hidup mati anda pada bisnis anda. Bekerja sepenuh hati merupakan ikhtiar terbaik untuk menjalankan bisnis. Jangan mengeluh atas apa yang menjadi kosekuensi dari keputusan anda.
10. Inovasi
Dalam life cycel of product. Produk yang sudah berada pada masa decline sebaiknya Anda beri sentuhan inovasi di dalamnya. Perlu anda ketahui bahwa life cycle produk mengalami empat tahapan yakni introduction, growth, maturity, dan decline. Decline merupakan tahapan paling berbahaya dalam sebuah siklus produk. Decline ditandai dengan menurunnya penjualan, dan menurunya brand image suatu produk. Strategi yang biasa dilakukan adalah rebranding.
Hal-hal tersebut merupakan cara yang dapat Anda gunakan untuk menghindari kebangkrutan. Berusahalah menambah nilai produk di setiap rantai nilai yang ada, mulai dari tahap produksi hingga pemasaran. Be smart entrepreneur !.
Sumber:
Ø  http://www.hukumkepailitan.com/2012/01/04/pengertian-dan-syarat-kepailitan/
Ø  http://ekbis.sindonews.com/read/1085530/39/faktor-faktor-penyebab-perusahaan-bangkrut-1455544186
Ø  https://www.cekaja.com/info/5-perusahaan-besar-yang-tadinya-besar-dan-akhirnya-bangkrut/