Sabtu, 29 Oktober 2016

"Pengertian Ragam Bahasa dan Macam-macam Ragam Bahasa"

                    RAGAM BAHASA

     Ragam Bahasa merupakan variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara (Bachman, 1990). Ragam bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik (mempunyai prestise tinggi), yang biasa digunakan di kalangan terdidik, di dalam karya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan), di dalam suasana resmi, atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi.

Macam-Macam Ragam Bahasa, yaitu

•  Ragam Bahasa Media

1.  Ragam Bahasa Lisan

    Bahasa Lisan adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Ragam lisan dapat kita temui, misalnya pada saat orang berpidato atau memberi sambutan, dalam situasi perkuliahan, ceramah, dan ragam lisan yang non standar, misalnya dalam percakapan antar teman, di pasar, atau dalam kesempatan non formal lainnya.

Contoh :
1)  Melyana sedang baca surat kabar
2) Ari mau nulis surat
3) Tapi kau tidak boleh nolak lamaran itu.
4) Jalan layang itu mengatasi kemacetan.
5) Rani bilang kalau kita harus belajar
6) Kita harus bikin karya tulis
7) Rasanya masih terlalu pagi buat saya,pak

2.   Ragam Bahasa Tulis
   
    Bahasa Tulis adalah ragam bahasa yang digunakan melalui media tulis, tidak terkait ruang dan waktu sehingga diperlukan kelengkapan struktur sampai pada sasaran secara visual. Ragam tulis pun dapat berupa ragam tulis yang standar maupun non standar. Ragam tulis yang standar kita temui dalam buku-buku pelajaran, teks, majalah, surat kabar, poster, iklan. Kita juga dapat menemukan ragam tulis non standar dalam majalah remaja, iklan, atau poster.

Contoh:
1) Melyana sedang membaca surat kabar.
2) Ari mau menulis surat.
3) Namun,engkau tidak boleh menolak lamaran itu.
4) Jalan layang itu dibangun untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.
6) Rani mengatakan bahwa kita harus belajar
7) Kita harus membuat karya tulis.
8) Rasanya masih terlalu muda bagi

• Ragam Bahasa Situasi

1.  Ragam bahasa resmi

   Variasi ini biasanya digunakan dalam pidato-pidato kenegaraan, rapat-rapat dinas, surat-menyurat dinas, ceramah keagamaan, buku-buku pelajaran, makalah, karya ilmiah, dan sebagainya. Pola dan kaidah bahasa resmi sudah ditetapkan secara standar dan mantap. Contoh variasi resmi dalam pembicaraan misalnya dalam acara peminangan, kuliah, pembicaraan seseorang dengan dekan di kantornya. Pembicaraan ketika seorang mahasiswa menghadap dosen atau pejabat struktural tertentu di kampus juga merupakan contoh ragam ini. Karakteristik kalimat dalam ragam ini yaitu lebih lengkap dan kompleks, menggunakan pola tata bahasa yang tepat dan juga kosa kata standar atau baku.

Contoh :
1) Saudara-saudara sekalian, kondisi ekonomi saat ini tengah memburuk. Untuk itu kepada Menteri Kesejahteraan Sosial dan Menteri Perekonomian untuk memantau inflasi sekarang ini.

2.  Ragam bahasa tidak resmi

   Ragam bahasa tidak resmi adalah ragam bahasa yang biasa digunakan dalam suasana tidak resmi, misalnya surat pribadi dan surat untuk keluarga atau yang berbentuk lisan, contohnya dalam percakapan sehari-hari.

Contoh:
1) Ayah mengatakan bahwa kita harus pulang.
2) Rina baru saja pulang dari Bali.
3) Kami tiba di Solo pukul 09.00.
4) Saya sudah baca buku itu.

3.  Ragam Akrab

    Ragam bahasa ini digunakan oleh penutur dan petutur yang memiliki hubungan sangat akrab dan dekat seperti dengan anggota keluarga atau sahabat karib. Ragam ini ditandai dengan penggunaann bahasa yang tidak lengkap, pendek-pendek, dan artikulasi tidak jelas. Pembicaraan ini terjadi antarpartisipan yang sudah saling mengerti dan memiliki pengetahuan yang sama.
    Dalam menganalisis ragam bahasa berdasarkan tingkat keformalan ini sangat tergantung dengan situasional ujaran tersebut. Situasional yang dimaksud ini berkaitan dengan siapa berbicara, bahasa apa yang digunakan, kepada siapa, kapan, di mana, dan mengenai masalah apa. Jadi, sangat mungkin dalam satu situasi terjadi pembicaraan dengan ragam yang berbeda.

Contoh:
Rere : dateng ga lu? (anda datang ke kampus tidak?)
Anan : Yoi (Iya, datang ke kampus)
Rere : Otw jamber? (Berangkat jam berapa? )
Anan : Ntar jam 7 bro (nanti jam 7 )

4. Ragam Konsultasi

   Ragam ini lazim digunakan dalam pembicaraan biasa di sekolah, rapat-rapat, atau pembicaraan yang berorientasi pada hasil atau produksi. Jadi, dapat dikatakan bahwa ragam ini merupakan ragam yang paling operasional. Ragam ini tingkatannya berada antara ragam formal dan ragam santai.

Contoh :
1) Lengan saya sakit, kira-kira apa penyebabnya dok?
2) Saya ingin mengadakan pentas seni musik untuk bulan depan, apakah diizinkan atau tidak?

Sumber :
http://www.untukku.com/artikel-untukku/pengertian-ragam-bahasa-untukku.html

http://zonata.praseblog.xyz/2015/10/pengertian-penyebab-macam-jenis-ragam-bahasa-di-indonesia.html?m=1

https://ambarmizu2013.wordpress.com/sosiolinguistik-variasi-bahasa/

http://helloprimata.blogspot.com/2014/06/ragam-bahasa-lisan-resmi-dan-tidak-resmi.html?m=1

http://ebycious.blogspot.com/2013/09/ragam-dan-laras-bahasa.html?m=1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar